Panasonic Lumix DMC-LX100 – Generasi 4K

26 views

Panasonic Lumix DMC-LX100 - Generasi 4K

Fotoboth - Di kategori kamera saku, Panasonic melakukan gebrakan dengan meluncurkan Lumix DMC-LX100 yang dibekali dengan perekam video 4K. Menjadikan posisi kamera saku pun naik kelas. Penasaran dengan kemampuannya Ikuti hasil pengujian lapangan dari CFVd berikut ini. Apa yang membuat kamera saku keluaran baru milik Panasonic tersebut menjadi istimewa Jawabannya sederhana, sensornya. Biasanya, kamera saku hanya menggunakan sensor berukuran 11,7 inci. Tapi, Lumix DMCLX100 menggunakan sensor Four Thirds yang jauh lebih besar. Sensor yang biasanya hanya dipakai pada kamera DSLR atau mirrorless.

Membuatnya berani bersaing dengan kamera saku bersensor besar lainnya yang lebih dulu keluar. Dengan memasang sensor Four Third, Panasonic pun langsung mendapatkan keuntungan dengan bisa menaikkan resolusi feature videonya secara siginifikan. Merekam video 4K pada kecepatan 30p atau 24p. Pada praktiknya, hasil rekaman video dari LX100 memiliki detail yang sangat tajam. Detail rekaman videonya bisa dikatakan sempurna.

Begitu mencobanya, pembuat film amatir dan profesional dipastikan akan langsung terpikat pada kemampuan videonya. Karena sensornya besar, ukuran bodinya pun jadi relatif besar untuk ukuran kamera saku.Tapi, bodinya tetap lebih ringkas kalau dibanding dengan kamera DSLR atau mirrorless, membuatnya tetap lebih nyaman dibawa untuk menjadi kamera sehari-hari. Yang tidak kalah menyenangkan, Lumix DMC-LX100 ditampilkan dengan konsep desain yang lebih klasik. Bodi lensanya punya gelang manual untuk mengatur pilihan aperture.

Di bagian atas bodi, dipasang tombol putar yang juga dioperasikan secara manual untuk mengatur kecepatan shutter dan kompensasi eksposur. Sedangkan parameter penting lainnya diatur lewat tombol yang ada di bagian belakang kamera. Kejuatan lainnya, kamera yang juga dilengkapi dengan feature electronic viewfinder tersebut punya layar LCD dengan kualitas yang sangat baik. Layar LCD 3,0 inci dengan resolusi 921.000 Pixel mampu menampilkan gambar dengan sangat jernih dan tajam. Membuat setiap hasil jepretan yang dihasilkan, terutama foto-foto pemandangan, tampil lebih cantik di layar kamera. Sayangnya, layarnya belum menyediakan fasiltas swivel atau tilting LCD.

Prosesor Venus Engine Untuk ukuran kamera saku premium, resolusi 13 Megapixel yang ditawarkan Panasonic pada Lumix DMC-LX100 terkesan kecil. Padahal, sejumlah kamera saku yang sensornya justru lebih kecil berani menawarkan resolusi lebih tinggi. Yang perlu diperhatikan, resolusi kamera hanya berperan pada ukuran cetakan, bukan pada kualitas gambar. Kalau hanya untuk cetak ukuran A3, kamera beresolusi 13 Megapixel sudah cukup baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan bantuan prosesor Venus Engine, LX100 mampu menghasilkan gambar dengan jernih. Reproduksi warnanya pun menawan. Mode warna standar, warna yang dihasilkan tetap cantik dan natural. Saat digunakan di bawah terik matahari, dynamic range yang dihasilkan pun cukup luas.

Contohnya, foto suasana stasiun kereta Parung Panjang berikut ini. Kinerja hebat dari prosesor Venus Engine milik Lumix DMC-LX100 juga terlihat pada kemampuannya dalam menekan noise. Saat dipakai untuk memotret di bawah lampu ruangan, sampai di ISO 1600 kamera masih bebas dari noise. Di ISO 3200, sedikit noise baru muncul dan gambar masih memiliki tingkat ketajaman yang baik. Walaupun di ISO 6400 noise mulai tinggi, ketajaman gambarnya tetap terjaga. Untuk mengimbangi sensornya yang besar, lensa Leica DC Vario Summilux 24-75 mm f1.7-2.8 dipasang pada LX100.

Di focal length dan bukaan terlebar, ketajaman lensanya mengensankan. Yang lebih menarik, karena sensornya besar efek ruang tajam sempit di f1.7 cukup terasa. Sangat bermanfaat untuk mengisolasi objek dari keramaian. Distorsi lensa Leica tersebut pun minim. Hampir tidak muncul distorsi barrel sama sekalai saat dipakai untuk memotret arsitektur. Hasil eksposur di bukaan aperture terlebar juga sempurna. Yang perlu diperhatikan, saat kita memotret dalam kondisi backlight kadang flare optiknya masih terasa. Terutama di area highlight-nya.