Hal Hal Yang Diaharamkan Saat Ibadah Haji dan Umrah

15 views

Kata hajj ditinjau berasal dari makna aslinya adalah datang ke Baitullah untuk menggerakkan ibadah. Haji menurut bahasa ialah menyengaja. Sedangkan menurut arti ialah sengaja datang ke Mekkah atau Ka’bah untuk mengerjkan ibadah yang terdiri berasal dari tawaf, sa’i, wukuf, dan ibadah-ibadah lain, fungsi memenuhi perintah Allah dan berharap keridhaan-Nya.

Adapun umrah menurut bahasa bermakna ziarah. Sedangkan menurut syara’ umrah ialah menziarahi ka’bah, lakukan tawaf di sekelilingnya, bersa’i pada Shafa dan Marwah dan mencukur atau menggunting rambut dengan cara tertentu dan dapat dilaksanakan tiap-tiap waktu. Umrah adalah sama dengan ibadah haji cuma dengan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} perbedaan tertentu

Mengerjakan Haji ialah meng-kasad-kan Baitullah yang telah dijadikan Tuhan Ka’bah bagi segala orang islam, untuk menthawafinya dan untuk lakukan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} amalan dan ibadat yang telah ditetapkan syara’diwaktu yang telah ditentukan yaitu : berasal dari 1 syawal hingga hari yang kesepuluh berasal dari bulan dzulhijjah.

Dan mengerjakan Umrah sendiri ialah menziarahi baitullah dengan mengerjakan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} ibadat diwaktu mana saja kita kehendaki

Hal-hal yang diharamkan dalam ibadah Haji dan Umrah dan Jenis-jenis Dam
1. Hal-hal yang diharamkan:
a. Memakai baju yang berjahit
b. Menutup kepala
c. Menutup muka oleh kaum perempuan dan kenakan sarung tangan
d. Memakai bau-bauan oleh laki-laki dan perempuan
e. Meminyaki rambut dan jenggot
f. Menghilangkan bulu di badan dengan mencukurinya atau mengguntinginya, memotong kuku selama haji, jikalau sakit tetapi kudu membayar dam (denda).
g. Mengerat kuku
h. Meng-aqadkan nikah dan menikah
i. Menyetubuhi isteri
j. Memburu dan burburu binatang liar yang halal dimakan
k. Memakai sepatu yang menutup mata kaki

2. Jenis-jenis Dam (denda) yaitu :
a. Dam (denda) sebab memilih tamattu’ atau qiran. Dendanya ialah : menyembelih seekor kambing (qurban), dan seandainya tidak dapat menyembelih kurban, maka kudu puasa tiga hari pada masa haji dan tujuh hari setelah pulang ke negerinya masing-masing.
b. Dam (denda) meninggalkan ihram berasal dari miqatnya, tidak melempar jumrah, tidak bermalam di muzdalifah dan mina, meninggalkan tawaf wada’, terlambat wukuf di arafah, dendanya ialah memotong seekor kambing kurban.
c. Dam (denda) sebab bersetubuh sebelum tahallul pertama, yang membatalkan haji dan umrah. Dendanya menurut {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} ulama ialah menyembelih seekor unta, jikalau tidak dapat maka seekor sapi, jikalau tidak dapat juga, maka dengan makanan seharga unta yang di sedekahkan kepada fakir miskin di tanah haram, atau puasa sehari untuk masing-masing seperempat gantang makanan berasal dari harga unta tersebut.
d. Dam (denda) sebab mengerjakan hal-hal yang di larang waktu ihram, yaitu bercukur, memotong kuku, berminyak, mengenakan pakaian yang di jahit, bersetubuh setelah tahallul pertama. Dendanya boleh memilih diantara tiga, yaitu menyembelih seekor kambing, kerbau, puasa tiga hari atau sedekah makanan untuk 6 orang miskin sebanyak 3 sha’ (kurang lenih 9,5 liter).
e. Orang yang membunuh binatang buruan kudu membayar denda dengan ternak yang sama dengan ternak yang ia bunuh.
f. Dam sebab terlambat sehingga tidak dapat meneruskan ibadah haji atau umrah, baik terkendala di tanah suci atau tanah halal, maka bayarlah dam (denda) menyembelih seekor kambing dan berniatlah tahallul (menghalalkan yang haram) dan bercukur di area terlambat itu. (Slamet Abidin, 1998 : 303)

F. Hikmah Ibadah Haji dan Umrah
1. Setiap kelakuan dalam ibadah haji sebenarnya punya kandungan rahasia, perumpamaan seperti ihrom sebagai upacara pertama maksudnya adalah bahwa manusia kudu membiarkan diri berasal dari hawa nafsu dan cuma mengahadap diri kepada Allah Yang Maha Agung.
2. Ibadah haji memberikan jiwa tauhid yang tinggi
3. Memperkuat fisik dan mental, kerena ibadah haji maupun umrah merupakan ibadah yang berat membutuhkan persiapan fisik yang kuat, cost besar dan membutuhkan kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi segala godaan dan rintangan.
4. Menumbuhkan impuls berkorban, sebab ibadah haji maupun umrah, banyak berharap pengorbanan baik harta, benda, jiwa besar dan pemurah, tenaga serta waktu untuk melakukannya.
5. Dengan lakukan ibadah haji dapat dimanfaatkan untuk membina persatuan dan kesatuan umat Islam sedunia.
6. Meningkatkan disiplin. Melaksanakan ibadah haji dan ibadah umrah di mekkah dan madinah kudu miliki kebiasaan untuk telaten kala lakukan ritual ibadah haji. Pola telaten ini kudu dapat konsisten berkelanjutan meski waktu pelaksanaan ibadah telah selesai.

Artikel Terkait
Badal Haji & Travel Haji Umrah